recycled chandelier_OPTICAL-press-large.clear_

Lampu Hias Cantik dari Bahan Daur Ulang Sehari-Hari

Apakah kesamaan antara rantai, kacamata, pengaduk kopi, bolpen dan gelas? Jawabannya adalah semuanya merupakan bahan dasar yang untuk lampu hias. Susah untuk membayangkan? Coba Anda buktikan sendiri di bawah ini.

Lampu hias dari rantai

Seniman yang memperhatikan lingkungan membuat lampu dan lampu hias dari segala tipe sampah termasuk botol bir dan pembungkus styrofoam. Sementara sebagian besar lampu hias tetap terlihat rasa kedaur-ulangannya, hasil karya seorang seniman blasteran Meksiko-Brasil  Carolina Fontoura menunjukkan sesuatu yang berbeda. Bahan-bahan yang digunakan dari aluminum daur ulang, rantai sepeda dan dikerjakan dengan tangan. Bahan-bahan yang digunakan asalnya dari alumunium daur ulang dan dikerjakan dengan tangan. Para pekerja yang membantu memotong , menekan, dan merangkai semua cakram dari dasar kaleng minuman aluminium dengan kawat.

Lampu hias dari sendok

Seorang desainer berkebangsaan Inggris, Ali Siahvoshi, karya uniknya terbuat dari pisau dan sendok. Dilahirkan di Iran, dia memiliki pendekatan yang unik pada desain pencahayaaan kontemporer. dengan menggunakan barang keseharian mulai dari kaki meja, hanger dan alat makan. Siahvoshi telah mendesain contoh keindahan dari mendaur ulang barang untuk fungsi yang baru.

Lampu hias dari Pengaduk kopi

Dibuat dari ratusan pengaduk kopi daur ulang di kafe-kafe yang dikumpulkan oleh Studio Verissimo, lampu hias yang eye-catching, mengkilap memberikan kesan halus, cantik daripada lampu hias yang terbuat dari kristal, meskipun lampu hias ini terbuat dari limbah kafe. Lampu hias ini diberikan nama “Spoon” atau Sendok. Kebanyakan pengaduk kopi terbuat dari kayu atau sedotan plastik hitam namun ternyata pengaduk kopi (atau sendok) dari Portuga terbuat dari plastik bening, yangs ecara jelas mengizinkan refraksi cahaya dan bola disko. Ini membutikan bahwa ‘one man’s trash is another man’s treasure’ atau sampah bagi seseorangbisa bernilai bagi yang lainnya.

Lampu hias dari pengejut pesta

Masih ingat dengan tren tahun 2000, di awal milenium? Seorang desainer bernama Stuart Haygarth  mengingat dan memikirkan momen itu secara dalam. Setelah perayaan melenium di Lndon, dia mengumpulkan 1000 pengejut pesta atau biasa disebut pary poopers dan mengubah mereka menjadi lampu hias yang cantik dari warna-warni ada biru, merah, hijau, kuning dan putih. Ada juga yang versi hitam.

Didesain pada tahun 2004 dan diberikan nama  “Millennium,”  lampu hias ini berganting pada garis monifilamen yang ditahan dari sebuah MDF platform 86 m2 dan disinari oleh lampu 60-watt incandescent bulb. Ukuran tingginya 4,9 kaki dan berdiameter 2,6 kaki. Keindahan dari lampu hias ini karenanya berat sinarnya, dengan lembut bergoyang, bahkan dalam samar dari angin. Milenium mendapatkan makna baru.

Lampu hias dari bolpen

Bahkan bolpen biasa dapat dijadikan bahan untuk lampu hias. Untungnya banyak bolpen yang berakhir di TPA di mana bahan polyethylene dan polystyrene adalah bahan yang terkomposisi relatif lambat. Studi desain enPeinza! menciptakan 6 tingkat lampu hias dinamakan “Volivik” terdiri dari 985 bolpen dan klip kertas. Cahaya dan polanya luar biasa. Studio desain senang bereksperimen dengan bahan-bahan sehari-hari dan diantara produk-produk lain yang digunakan adalah kursi, skatebboard dan berbagai macam lampu meja,  yang terbuat dari pena.

Lampu hias dari gelas

Lampu  hias ini adalah contoh lain dari gaya dan kepraktisan. Tidak hanya menjadi sumber cahaya namun juga dapat menjadi tempat gelas wine- 76 buah tepatnya. Apabila tertarik untuk membuat pesta, bisa menggunakan lampu hias “Glasklasen,” kluster gelas yang meruapakah hasil ide dari firma desain Swedia Form Nasielsky. Kerangka baja yang bertujuan untuk digunakan sebagai penyimpanan gelas wine dan pas untuk setting bar.

Bagi individual, 76 gelas wine mungkin menjadi sebuah maslah, namun jangan kawatir ada versi 16 gelas dan dinatara iru ada versi 40 gelas wine. Terlepas dari ukuran, keindahan dari desain ini terlihat sepanjang waktu seiring dengan penggantian gelas wine, maka situasi juga berubah untuk lampu hiasnya.

Lampu hias dari lensa dan kacamata 

Berdasarkan WHO, sekitar seperempat dari populasi dunia membutuhkan kacamata. Banyak sekali kacamata yang diproduksi dan didistribuskan ke seluruh dunia! Bahkan di Amerika Utara sendiri lebih dari 4 juta kacamata dibuang per tahun. Menggunakan bahan ini untuk penggunaan kembali dan secara kreatif menggunakan kembali menjadi benda yang indah dan berguna pada saat uang bersamaan? Mengapa tidak? Seorang desainer pencahayaan Stuart Haygarth membuat lampu hias dengan membuat bentukan bundar yang disebut sebagai “Optical” (2007) dan dibuat dari ratusan lensa optik single. Dibuatkan objek baru di luar dari konteks normal mereka dan rangka kacamata dikonfigurasikan ke dalam objek baru bersama. Melihat lampu hias dari jauh, sepertinya tidak terlihat seperti terbuat dari lensa kacamata atau rangka kacamata. sementara itu karyanya yang lain yang memiliki 5 tingkat lapisan   “Spectacle” (2006) -gambar di atas terbuat dari ratusan kacamata resepan.

Seperti yang terlihat dalam detail, setiap pasang kecamata didekatkans atud engan yang lain dan membentuk sebuah lampu hias lebuh dari 3 kaki di diameter dan 7.5 kaki tingginya.Cahaya direfraksikan dalam ebebrapa lapisan lensa dan menciptakan efek sepeti bola kaca. Haygarth berkomentar mengenai karyanya “dengan menggunakan kacamata bererep yang mana merupakan alat yang penting untuk melihat, sebuah analogi yang menarik antara fungsi yang lama dan yang baru.”

Lampu hias dari barang keseharian (apapun)

Jika Anda terinpsirasi untuk membuat lampu hias sendiri, dapat mengolah bahan-bahan yang ada di sekitar rumah Anda namun tidak daapt menemukan konsepnya, yang paling mudah gunakan saja semuanya. Seorang desainer pencahayaan Stuart Haygarth membuat lampu hias berjudul  “Tide” pada tahun 2004 terbuat dari sampah sisa yang dia koleksi dari sepanjang pantai Kent di Inggris selama beberapa tahun.

Setelah mengkoleksi dan mengkategorikan bahan-bahan temuannya, sang seniman memutuskan hanya menggunakan bahan yang tembus pandang saja seperti botol pil, sisir rambut, dan masih banyak lagi danhasilnya mengejutkan.  “Tide” diameternya hampir 5 kaki dan tingginya mendekati 7 kaki. Merupakan tumpukan sampah yang cukup banyak untuk mendekorasi suatu item interior. Haygarth mengatakan tentang lampu hias buatannya, “setiap objek dalam bentuk yang berbeda, dan menreka dapat menyatu menjadi suatu bentukan baru. Bola abru ini merupaka analogi bulan yang memperngaruhi gelombang dan akhirnya akan menyapu debu-debu di pantai”. Suatu bentuk yang indah dan tidak heran sudah 10 buah dibuat dan sudah terjual.

Bagaimana? Anda tertarik untuk membuat lampu hias sendiri?

Sumber: berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>